Ilmu Madani

Jiwa manusia terdiri dari tiga daya. Daya intelektual/kemampuan intelek(bukan sekadar rasio lho ya, daya kemarahan, dan daya syahwat.

Tapi, mengingat kodrat manusia itu berkewajiban meningkatkan derajat ketinggiannya untuk mencapai keutamaan, maka tiga daya tadi juga punya keutamaannnya sendiri sendiri.

Keutamaan dari daya pikir atau intelektualitas, adalah hikmah dan kebijaksanaan. Keutamaan dari kemarahan adalah keberanian. Dan keutamaan dari syahwat adalah kewawas-drian.

Inilah manajemen jiwa untuk mengaktifkan fungsi karakter dan integritas bukan saja pada diri perorangan, tapi juga secara sosial.

Meskipun setiap orang memiliki tiga daya dalam jiwanya, namun mengingat karakteristiknya masing-masing, umumnya lebih menonjol di salah satu daya keutamaannya itu.

Orang yang karena menonjol di daya keutamaan keberanian, mungkin bakat dan kodratnya lebih pas jadi tentara. Meskipun dia sebagai tentara, keutamaannya dalam penguasaan hikmah dan kebijaksanaan tetap penting.

Begitu juga seseorang yang lebih dominan daya keutamaannya di daya intelektual dan hikmah, bisa saja kodrat dan bakat khususnya berkecimpung di bidang keilmuan atau cendekiawan. Namun daya keutamaannya dalam hal keberanian dan kewawas-driian juga tetap harus dipupuk.

Inilah yang dinamakan ilmu Madani, yang jadi fondasi bersenyawanya Akhlak dan Politik.

Ditulis oleh: Hendrajit
Share on: https://www.facebook.com/profile.php?id=100011111478823&hc_ref=NEWSFEED&fref=nf

Beda Makna (Bangsa vs Warga Negara)

Mungkin dalam benak kita tidak pernah berfikir apa itu Bangsa dan apa itu Warga negara. Mengapa kalimat ini atau pertanyaan ini muncul? Sebab setelah saya membaca UUD 2002 hasil Amandemen ternyata membuat saya terkejut sebab bukan saja amandemen itu merubah pasal-pasal di UUD 1945, tetapi para pengamandemen telah melakukan kesalahan besar yaitu mendegradasi pengertian bangsa, atau ini sebuah kesengajaan karena pesanan dari luar sana akibat dari kesembronoan ini maka bangsa Indonesia tidak lagi menjadi yang utama dalam menata dan mengurus negaranya.
Bangsa Indonesia adalah satu-satu nya bangsa yang unik didunia sebab bangsa dilahirkan baru negara nya dibentuk, maka Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bukan atas nama warga negara tetapi atas nama bangsa Indonesia .Jadi yang mendirikan negara ini adalah orang –orang Indonesia asli yang disebut bangsa Indonesia oleh sebab itu para pendiri negeri ini membuat UUD 1945 tentang Presiden dengan kalimat :
Pasal 6
(1) Presiden ialah orang Indonesia asli.

Di dalam UUD 1945 juga mengatur soal kewarganegaraan didalam pasal 6 UUD 1945 
dengan bunyi kalimat sebagai berikut :

Pasal 26
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-
orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.

Untuk mengetahui perbedaan apa itu warga negara bangsa Indonesia Asli dengan 
warga negara bangsa lain maka didalam Penjelasan UUD 1945 yang disebut bangsa 
lain adalah .

Pasal 26
Ayat 1
Orang-orang bangsa lain, misalnya orang peranakan Belanda, peranakan Tionghoa, 
dan peranakan Arab yang bertempat kedudukan di Indonesia, mengakui Indonesia 
sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada Negara Republik Indonesia dapat 
menjadi warga negara.

Jadi selain bangsa Indonesia Asli yang mendirikan negara ini maka warga negara 
juga bangsa –bangsa lain misal nya peranakan bangsa Belanda , Bangsa Tionghoa , 
Bangsa Arab .

Jadi sangat jelas didalam UUD 1945 bahwa bangsa Indonesia Asli itu beda dengan 
bangsa Belanda , Bangsa Tionghoa ,dan Bangsa Arab.
UUD 2002 hasil amandemen
Pasal 6
(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia 
sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena 
kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani 
dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil 
Presiden.

Jadi hasil amandemen UUD 2002 telah terjadi pengkhianatan terhadap bangsa 
Indonesia asli ,Negara Indonesia didalam lintasan sejarah nya Bangsa dilahirkan 
baru negara nya dibentuk dan ini adalah sesuatu yang unik didunia ini , oleh 
sebab itu yang menjadi Presiden adalah orang Indonesia asli , sebab orang 
Indonesia asli adalah bangsa Indonesia asli . beda dengan warga negara sebab 
warga negara bukan saja Bangsa Indonesia asli ,tetapi bisa bangsa lain seperti 
bangsa Belanda , Bangsa China atau Tionghoa , dan Bangsa Arab yang disyahkan 
menurut UU .

Perubahan pasal tentang Presiden ini sangat amat penting bagi kita semua, apakah 
MPR telah minta persetujuan terhadap perubahan bahwa Presiden bukan orang 
Indonesia asli ?

Didalam pasal UUD 2002 pada pasal 26 masih juga masih dijelaskan yang di maksud 
dengan warga negara itu terdiri dari Bangsa Indonesia Asli , dan keturunan 
bangsa-bangsa lain .

Pasal 26
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-
orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.

Baca lebih lanjut

Permusyawaratan / Perwakilan

Cuplikan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 Lahir nya Panca Sila

…”Apa-apa yang belum memuaskan, kita bicarakan di dalam permusyawaratan. Badan perwakilan, inilah tempat kita untuk mengemukakan tuntutan-tuntutan Islam.

Di sinilah kita usulkan kepada pemimpin-pemimpin rakyat, apa-apa yang kita rasa perlu bagi perbaikan. Jikalau memang kita rakyat Islam, marilah kita bekerja sehebat-hebatnya, agar supaya sebagian yang ter-besar daripada kursi-kursi badan perwakilan Rakyat yang kita adakan, diduduki oleh utusan-utusan Islam.

Jikalau memang rakyat Indonesia rakyat yang bagian terbesarnya rakyat Islam, dan jikalau memang Islam di sini agama yang hidup berkobar-kobar di dalam kalangan rakyat, marilah kita pemimpin-pemimpin menggerakkan segenap rakyat itu, agar supaya mengerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan Islam ke dalam badan perwakilan ini. Ibaratnya badan perwakilan Rakyat 100 orang anggotanya, marilah kita bekerja, bekerja sekeras-kerasnya, agar supaya 60, 70, 80, 90 utusan yang duduk dalam perwakilan rakyat ini orang Islam, pemuka-pemuka Islam.

Dengan sendirinya hukum-hukum yang keluar dari badan perwakilan rakyat itu, hukum Islam pula.

Malahan saya yakin, jikalau hal yang demikian itu nyata terjadi, barulah boleh dikatakan bahwa agama Islam benar-benar hidup di dalam jiwa rakyat, sehingga 60%, 70%, 80%, 90% utusan adalah orang Islam, pemuka-pemuka Islam, ulama-ulama Islam.

Maka saya berkata, baru jikalau demikian, baru jikalau demikian, h i d u p l a h Islam Indonesia, dan bukan Islam yang hanya di atas bibir saja. Kita berkata, 90% daripada kita beragama Islam, tetapi lihatlah di dalam sidang ini berapa % yang memberikan suaranya kepada Islam?

Maaf seribu maaf, saya tanya hal itu! Bagi saya hal itu adalah satu bukti, bahwa Islam belum hidup sehidup-hidupnya di dalam kalangan rakyat.

Oleh karena itu, saya minta kepada saudara-saudara sekalian, baik yang bukan Islam, maupun terutama yang Islam, setujuilah prinsip nomor 3 ini, yaitu prinsip permusyawaratan, perwakilan..”

Cuplikan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 Lahir nya Panca Sila

Negara Nasional dan Cita-Cita Islam

Cuplikan Pidato Soekarno , Negara Nasional dan Cita-Cita Islam .

….”.Ditanyakan oleh Saudara Dahlan Ranuwihardjo bagaimana hubungannya Pancasila dengan Islam. Saudara-saudara tahulah. Pancasila ini sudah satu kompromi yang laksana meminta kita punya darah dan air mata. Siapa yang membuka sejarah kita terutama sekali pada bulan Juli 1945, satu bulan sebelum proklamasi Indonesia berkumandang di angkasa. Siapa yang membuka riwayatnya kita punya musyawarat-musyawarat, kita punya perdebatan-perdebatan, kita punya pertikaian satu sama lain, bahkan kita punya pada waktu itu hampir menjadi kita punya kebencian satu sama lain, akan mengerti bahwa Pancasila sudah satu kompromi.

Pada waktu itu, di dalam sidang badan yang dinamakan Dokuritu Zyunbi Cosakai — Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdeka¬an Indonesia — pada waktu itu pemimpin-pemimpin Islam duduk dengan pemimpin-pemimpin Nasional dengan pemimpin-pemimpin Sosialis.

Pada waktu itu mula-mula bicara tenang-tenang, pada waktu makin berkobar-kobar, pada waktu itu hampir-hampir pecah persatuan nasional kita. Pada waktu itu aku ada, Kiai Maskur ada, Ki Bagus Hadikusumo ada, pemimpin-pemimpin Islam lain-lain ada, Saudara Abdul Kahar Muzakir ada, Saudara Chairul Saleh ada, Muhammad Yamin ada, pemimpin-pemimpin seluruh Indonesia berkumpul mem-bicarakan akan dasar-dasar negara yang akan diproklamirkan. Alangkah berbahayanya situasinya pada waktu itu. Baca lebih lanjut

PANCA SILA vs ILUMINATI

Apakah kepanjangan BPUPKI? “Badan Penyelidik” Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Adakah yang bertanya, mengapa mesti butuh penyelidikan? Apalagi yang mau diselidiki? BPUPKI merupakan cikal bakal terbentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Nah, siapa-siapa menjadi panitia ini nanti yang diselidiki latar belakangnya. Apakah dia punya kecenderungan mau kembali bergandeng tangan dengan barat (kolonialisme)? Dan yang paling penting, apakah dia punya keterkaitan dengan gerakan FREEMASON atau kelompok ILUMINATI. Jejak iluminati di Indonesia sebenarnya sudah cukup lama, bersamaan dengan kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara. Malahan ada yg mengatakan kalau leluhurnya tokoh-tokoh iluminati (Yahudi/JEWISH Mason) itu berasal dari Nusantara, tanah JAVA. Singkat kata begini, loji-loji iluminati Mason itu tidak akan menghendaki KEMERDEKAAN INDONESIA. Tidak akan menghendaki kalau Republik Indonesia nanti tidak dibawah naungan PROTOKOL ZION. Oleh karenanya, pada awal tugasnya, BPUPKI menyaring dari virus-virus FREEMASON, kemudian didapatlah kelompok NASIONALIS dan kelompok ISLAM. Dua musuh besar iluminati global.

Pada tanggal 1 Juni 1945, telah disepakati bulat oleh Panitia Sembilan tentang lima sila dalam PANCASILA sebagai dasar negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Sebuah kesepakatan kebangsaan untuk menjembatani perbedaan pandang tentang negara dan agama yang disebut “The Djakarta Charter” atau “Piagam Djakarta”. Negara dan agama, ada apakah gerangan? Bukankah BPUPKI bertujuan mengurusi soal-soal kemerdekaan dan negara. Apa perlunya sampai membuat filsafat kebangsaan? Apakah yang sedang dipikirkan oleh bapak-bapak kita yang duduk sebagai anggota “Panitia Sembilan”?

1. Ketoehanan, dengan kewajiban mendjalankan sjariat Islam bagi pemeloek-pemeloeknja
2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
3. Persatoean Indonesia
4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia

Kalau boleh saya mengatakan, bahwa hanya bangsa Indonesia satu-satunya bangsa di dunia yang membuat sendiri falsafah kebangsaaannya, lalu menjadikannya sebagai landasan buat bernegara dan berbangsa. Bangsa India yang dikenal memiliki tingkat kebudayaan tinggi itu tidak ada memikirkan buat mereka membuat sendiri filsafat kebangsaan. Begitu pun bangsa China, dan bangsa-bangsa berkebudayaan tinggi lainnya. Jadi pertanyaannya, apakah yang sesungguhnya sedang menjadi kegelisahan dan kegundahan para bapak di masa itu? Pertanyaan ini masih berkaitan dengan pertanyaan, mengapa perlu penyelidikan buat menempatkan siapa-siapa yang akan menjadi anggota dan panitia di BPUPKI.

THE PROTOCOLS OF THE LEARNED ELDERS OF ZION

Di Indonesia pada masa itu, ya itu masa awal abad ke-19 sudah ada lebih dari 1000 loji (loge) iluminati Masson. Loji itu semacam kelompok/organisasi yang berhaluan pada doktrin iluminati dan Freemansory. Ratusan “Sinagog”, atau semacam rumah suci berdiri dalam kesunyian di Pulau Jawa. Mereka punya pengaruh cukup luas sekali, bahkan sudah menginfeksi ke sejumlah tokoh pergerakan nasional di masa itu. Saya akan singkat saja, karena riwayat iluminati di Indonesia sangat panjang sekali, dan fokus pada intisari “The Protocols of The Learned Elders of Zion”. Prinsip-prinsipnya terbagi ke dalam 24 protokol, tetapi secara garis besar bertujuan:
1. Menghapus tatanan masyarakat yang berke-Tuhanan
2. Membangun kemasyarakatan berdasarkan nilai-nilai materialisme
3. Hanya ada satu persatuan dibawah naungan “Elders of Zion”
4. Membangun kepemimpinan yang hanya tunduk kepada “Elders of Zion”
5. Menciptakan ketidakseimbangan agar terjadi ketergantungan yang dapat dikendalikan
Itulah garis besar “Protocols of The Learned Elders of Zion” yang terdiri atas 24 bagian/tahapan dan skenario. Tidak ada negara yang boleh merdeka dan berdaulat, tanpa mengikuti kerangka dan skema Protocols of Zion. Kami menyediakan buat mereka, “Darwinisme, Marxisme, Kapitalisme, Nitcheisme, dan DEMOKRASI”, jika menghendaki membangun sebuah tatanan masyarakat dan negara. Mengapa Indonesia begitu penting buat kelangsungan “Protocols of The Learned Elders of Zion”?

Bukan tanpa sebab dan penjelasan, mengapa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit hanya menguasai sebagian saja dari wilayah Asia Tenggara. Mereka tidak menancapkan kekuasaannya hingga meliputi seluruh wilayah SIAM. Mereka tidak ada mengikuti jejak-jejak para imperial yang harus melintasi benua untuk menguasai dunia. Cukuplah terbentang dari 6 derajat LU (Lintang Utara) – 11 derajat LS (Lintang Selatan) dan antara 95 derajat BT (Bujur Timur) – 141 derajat BT (Bujur Timur). Pertemuan antara dua samudera besar, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Pertemuan dua lempeng besar, lempeng Utara (Asia) dan lempeng Selatan. Berada persis di sepanjang garis khatulistiwa. Negeri terbesar yang berada dibawah garis khatulistiwa yang mana menjadi pusat kekuatan garis orbital. Posisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai POROS BUMI, poros tempat berpijaknya dunia. “Protocols of The Learned Elders of Zion” tidak akan bisa lestari kalau belum menguasai NUSANTARA.

Satu-satunya jalan buat menghindari masuknya Protocols of The Learned Elders of Zion”, agar bangsa Indonesia selamat sampai ke tujuan, maka harus membuat filsafat kebangsaannya sendiri. Seperti apakah konsep filsafat kebangsaan buat nanti menjadi dasar bernegara dan berbangsa untuk Indonesia yang merdeka? Mengambil intisari dari nilai-nilai kebangsaan yang luhur, sebagaimana yang membentuk bangsa-bangsa Nusantara di masa itu. Inilah yang menjadi tugas “Panitia Sembilan” buat merumuskan konsep filsafat kebangsaan sebagai dasar negara dan berbangsa. Nilai-nilai kebangsaan yang diperas dan diambil intisarinya dari manuskrip-manuskrip kuno sebagaimana terbentuknya KAKAWIN NEGARAKERTAGAMA. Sebagaimana masyarakat politik pada hari ini, para bapak pendiri bangsa sudah mengetahui perihal peringatan yang dituliskan dalam JANGKA JAYABAYA. Peringatan yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia apabila nanti terjebak ke dalam skenario 24 “Protocols of The Learned Elders of Zion”.

Oleh karenanya, dari sejak tersusunnya “The Djakarta Charter” pada tanggal 22 Juni 1945 sampai dibuatnya Pembukaan dan batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 16 Juli 1945, tidak ada satu pun yang menyebutkan tatanan masyarakat DEMOKRASI. Tidak ada yang menyebutkan, kalau nanti Indonesia menjadi negara akan menjadi NEGARA DEMOKRASI. Bukan tanpa kebetulan yang tidak tertulis dalam sejarah, melainkan memang ada kegundahan dan kegelisahan tentang ancaman masuknya “Protocols of The Learned Elders of Zion”. Pintu masuknya 24 protokol itu melalui bentuk NEGARA DEMOKRASI. Hanya melalui tatanan NEGARA DEMOKRASI, mereka iluminati global menguasai dan mengendalikan dunia dibawah telapak kakinya “Elders of Zion”.

 

Ditulis di Yogyakarta, 14 Maret 2017
Oleh: Leo Kusuma
diposkan di https://www.facebook.com/leo4nowhereman

Fakta Mengejutkan Tentang “WUDHU”

Ahli Neurology Austria Membeberkan Fakta Mengejutkan Tentang “WUDHU”

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorg psikiater & sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap Wudhu.

Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah Dahi, Tangan, dan Kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat Sensitif terhadap Air Segar…

Dari sini ia menemukan hikmah dibalik Wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar Wudhu bukan hanya milik & kebiasaan umat Muslim, tetapi untuk semua umat Manusia secara keseluruhan….

Dengan senantiasa membasuh Air Segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti org itu akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya.

Pada akhirnya Leopold memeluk Agama Islam dan mengganti nama menjadi “Baron Omar Rolf Ehrenfels”.

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah Wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam Air Wudhu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh…

Ulama tasawuf menjelaskan hikmah Wudhu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air Wudhu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka. Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh telinga ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari?

Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam Wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan Dosa.

SUBHANALLAH..O:)

AMANDEMEN UUD 1945 TIDAK SAH DAN BATAL

UUD 1945 yang disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 dan dinyatakan berlaku lagi oleh Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 dengan Keputusan Presiden No.150 Tahun 1959 (UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959) itulah wujud NEGARA INDONESIA (NKRI).

Kesatuan itu adalah bentuk Negara Indonesia, bukan federasi juga bukan serikat. Republik itu adalah bentuk atau jenis pemerintahan Indonesia, bukan demokrasi juga bukan monarki. Bentuk Negara dan pemerintah Indonesia dirumuskan dengan singkat dan padat oleh Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 itulah yang dimaksud Negara Kesatuan Republik Indonesia sering ditulis dengan singkatan NKRI.

UUD 1945 merupakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17.8.1945 yang disusun menjadi Undang Undang Dasar Negara Indonesia (Alinea keempat UUD 1945).

Oleh karena itu menurut Hukumnya, mengubah atau mengamandemen atau mengganti UUD 1945 berarti mengubah atau mengamandemen atau mengganti NKRI dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 (17-8-05)

UUD 1945 tergolong Hukum Tata Negara “Staatrechts”, bukan Hukum administrasi pemerintahan “administratiefrecht, administratieve law, govermentlaw”. Baca lebih lanjut